Sandra harus menelan kenyataan memilukan.
Mamanya mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang ke rumah
untuk merayakan hari ulang tahun Sandra ke-17. Sandra pun menjadi yatim
piatu, karena sebelumnya ayahnya pun sudah meninggal. Semakin
mengejutkan lagi saat Sandra tahu dari Tante Mia, bahwa dia diadopsi
dari panti asuhan yang berada jauh di daerah pedalaman Jawa. Tante Mia
memberitahu nama Bu Gendis, sebagai ketua panti asuhan. Bu Gendislah
yang sempat memelihara Sandra sebelum diadopsi
Sandra lalu
mengajak Niko, pacarnya, Gento, serta Anggun menuju desa tempat panti
asuhan itu. Di jalan mobil sempat menabrak pohon karena ban pecah. Ban
diganti dan mereka melanjutkan perjalanan. Ternyata panti asuhan itu
sudah kosong. Mereka merasa ada yang aneh dengan desa itu. Saat mencari
rumah Bu Gendis, mereka bertemu Ernest, yang sedang melakukan
dokumentasi kampung itu dengan nama Kampung Nyi Roro Kidul Project.
Dijelaskankan
oleh Ernest bahwa desa itu dahulu dihuni oleh pengikut Nyi Roro Kidul.
Mereka dibantai karena dianggap sesat. Arwah para pengikut Nyi Roro
Kidul itu masih gentayangan mencari mangsa untuk dibawa ke Kerajaan Nyi
Roro Kidul di laut selatan.
Karena mobil rusak, mereka menginap di desa itu. Teror pun mengancam Sandra dkk.
Arwah-arwah
gentayangan mengejar mereka. Dengan bantuan Ernest, Sandra dkk berhasil
keluar dari desa terkutuk itu. Sesampainya di kota, masalah baru
timbul. Mereka menemukan rumah mereka sepi. Keadaan sekolah sama juga.
Ernest
muncul dan membuka semuanya. Sejak pertama kali ia bertemu Niko,
Anggun, Sandra dan Gento, mereka sebetulnya sudah sosok arwah. Mereka
sudah meninggal saat mobil menabrak pohon. Saat itu mereka bereada di
lorong sekolah. Kemudian muncul satu per satu murid. Beberapa murid
menembus Sandra, Niko, Anggun, dan Gento. Akhirnya mereka berempat
menghilang.
Di rumah Sandra, Tante Mia menangis ketika polisi
melaporkan Sandra dan teman-temannya ditemukan tewas dalam mobil yang
menabrak pohon.
Trailler: